Thursday, June 23, 2011

Kebohongan Ustadz Yusuf Mansur ??

Kisah ini saya dapat dari Ustadz Yusuf Mansur. Tepatnya Hari Sabtu 19 Februari 2011 yang lalu. Pengajian Tafsir Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh PPPA Darul Qur’an Cabang Yogyakarta. Bertempat di Gedung Multipurphose Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

mengapa judul tersebut dibuat demikian,karena hal ini pikiran awal saya mengenai seorang dapat sukses sekalipun ia miskin
menurut saya itu adalah bohong

tapi mata saya membelalak ketika nbeliau mulai berkisah

Ustadz Yusuf Mansur berkisah tentang seorang Tukang becak yang bersedekah dengan tenaganya setiap hari Jumat, beliau berkisah. Di Boyolali ada seorang tukang becak miskin tapi ahli bersedekah. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk bersedekah.

Sedekah yang dilakukannya ini tergolong cukup unik, yaitu dengan menggratiskan penumpangnya setiap hari Jum’at. Tenaganya dijadikan sedekah baginya. Ketika ada penumpang, beliau antar sampai tujuan, dan ketika si abang becak ini dikasih bayaran, beliau tidak mau menerima uang tersebut. Begitupula istrinya, beliau adalah penjual makanan keliling di kampungnya. beliau berjualan setiap hari, namun bedanya setiap hari jumat, beliau menggratiskan makanannya.

Suatu ketika hari jumat, abang becak ini ketika menarik becak melihat seorang anak kecil yang ketabrak mobil di jalanan, rupanya ini anak baru pulang dari sekolahnya. Maka ditolonglah anak tersebut oleh si abang tukang becak. Diantarnyalah anak tersebut ke rumah sakit. Setelah itu orang tua si anak datang, dan menemui abang becak. “Pak ini ada uang sedikit buat bapak 500.000. Namun begitu si abang becak dikasih itu uang, si abang becak itu inget, ini hari jum’at. akhirnya ditolaklah rejeki dari orangtua si anak yang telah ditolongnya. Akhirnya orang tua tersebut bilang kepada anaknya “Gimana nih dek, si abang becak, ngga mau menerima uang dari kita”. Jawab sang anak “Barang kali kekecilan mah, coba kasih yang lebih gedhe !” pinta sang anak.

Akhirnya, hari seninnya orang tua tersebut datang ke rumah si abang becak. “Pak, karena bapak sudah menyelamatkan anak kami satu-satunya, maka kami ingin sekali memberangkatkan bapak dan keluarga untuk pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji.” Masya Allah begitu hebatnya buah dari sedekah. Sedekah itu mampu memberikan kita keajaiban-keajaiban yang kita membayangkan saja tidak bisa. Karena Allah mencintai orang-orang yang bersedekah, kalau Allah sudah mencintai seseorang. Maka tidak ada masalah yang tidak Allah beri jalan keluarnya.

Rasulullah saw bersabda “Turunkanlah ( datangkanlah ) rezekimu ( dari Allah ) dengan mengeluarkan shodaqoh (HR.Al-Baihaqi)

Maka salah satu rumus untuk memancing rizki dari Allah adalah dengan cara kita bersedekah. Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata “Pancinglah Rizki dengan sedekah”. Bahkan sedekah bukan hanya dengan uang semata, melainkan dengan tenaga, ilmu, sholat dhuha, tasbih, takbir, tahmid juga merupakan sedekah. Kita menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan adalah sedekah, kita mengajarkan ilmu juga sedekah, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran juga sedekah. pokoknya kebaikan apapun itu adalah sedekah bagi kita, Rasulullah saw bersabda : “kullu ma’ruufin shadaqah”, Setiap yang ma’ruf (baik) adalah sedekah.

Negeri ini nampaknya butuh sedekah, kita lihat bencana di mana-mana. Allah pun menegaskan kalau sekiranya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa niscaya Allah akan turunkan rahmatNya bagi kita semua.

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa,pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit & bumi,(QS.7:96)

Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah.

Kisah hellen adam keller, amazing !

Hellen Adam Keller lahir sebagai anak yang sehat di Tuscumbia,Alabama, Amerika serikat pada 27 Juni 1880 disuatu tempat yang dikenal dengan nama “Ivy Green”. Dari ayahnya, ia merupakan keturunan Alexander Spottswood seorang gubernur colonial dari Virginia yang juga memiliki hubungan dengan keluarg-keluarga pahlawan Utara Amerika. Dari ibunya, ia memiliki hubungan darah dengan keluarga-keluarga new England termasuk Hales, Everetts dan Adamses. Ayahnya bernama Kapten Arthur Keller, seorang editor surat kabar North Alabamian. Kapten Arthur Keller juga memiliki ketertarikan yang kuat kepada kehidupan public dan merupakan orang yang berpengaruh dilingkungannya. Pada tahun 1885 dibawah administrasi Cleveland, ia diangkat menjadi Marshal untuk Alabama Utara.

Penyakit yang menimpa Helen keller pada saat berumur 19 bulan membuat ia menderita tuli dan buta sebelum ia mengetahui cara membaca dan menulis. Pada saat itu ia diduga mengidap demam otak dan mungkin saja sekarang lebih tepatnya dikenal dengan nama demam scarlet. Karena penyakitnya sejalan bersama pertumbuhannya, ia menjadi anak yang liar dan tidak patuh serta tidak mengenal dengan jelas dunia yang ada disekelilingnya.

Kehidupan Helen keller yang baru dimulai pada Maret 1887 ketika ia berumur kurang lebih 7 tahun. Hari itu merupakan hari yang paling penting yang selalu ia ingat dalam hidupnya, ia kedatangan seorang perempuan Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia yang menjadi gurunya. Nona Sulivan, merupakan perempuan berumur 20-an lulusan Sekolah khusus orang buta bernama Perkin School. Ia merupakan orang yang mendapatkan penglihatannya kembali melalui serangkaian operasi. Ia datang atas unjuran simpatik Alexander Graham Bell yang merupakan kenalan keluarga Anne. Semenjak hari itu, edua orang tersebut, menjadi guru-murid yang tak terpisahkan hingga kematiannya pada awal 1936.

Nona Sullivan memulai tugasnya untuk mengubah anak yang tidak terkontrol menjadi sosok yang sukses dengan memberikan boneka yang merupakan buatan anak-anak dari sekolah Perkin (sekolah khusus orang cacat yang kemudian dibuat khusus untuk Helen). Dengan mengejakan d-o-l-l (boneka) melalui tangan , ia berharap dapat menghubungkan objek dengan huruf. Helen ternyata belajar dengan cepat dengan metode yang tepat pula, namun ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengucapkan kata-kata. Selama beberapa hari, ia banyak belajar mengeja kata-kata baru namun dengan cara yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.

Suatu hari ia dan “guru”-panggilan Helen untuk Sullivan- pergi ke tempat sumur pompa terbuka. Nona Sullivan mulai memompakan air dan menaruh tangan Helen dibawah keran air tersebut. Begitu air menyentuh tangan Helen, ia mencoba untuk mengeja secara perlahan kata ‘w-a-t-e-r (air) melalui tangan helen yang satunya kemudian semakin cepat. Tiba-tiba, sinyal itu dapat dimengerti oleh pikiran Helen. Ia akhirnya tahu bahwa water (air) adalah zat dingin luar biasa yang mengalir ditangannya. Setelah ia mengerti, ia berhenti dan menyentuh tanah dan menanyakan ejaan untuknya. Pada saat malam tiba, ia sudah mempelajari 30 kata-kata baru.

Sewaktu ia mengecap pendidikan, ia belajar menguasai alphabet dengan cepat, baik manual maupun huruf timbul khusus bagi orang buta serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Di tahun 1890, ketika umurnya masih 10 tahun, ia mencoba untuk belajar berbicara. Entah bagaimana ia mengetahui bahwa seorang gadis buta tuli di Norway sudah dapat berbicara dengan baik. Nona Sarah Fuller di Horace Mann School merupakan orang pertama yang menjadi guru vokal untuknya.

Sejak ia masih kecil, ia selalu berkata suatu hari saya akan masuk perguruan tinggi dan akhirnya ia membuktikannya. Pada tahun 1898, ia berhasil masuk ke Cambrige school for young ladies sebelum akhirnya ia masuk ke Radcliffe College pada musin gugur 1900 dan menamatkan sekolahnya pada tahun 1904 dengan prestasi Cumlaude. Selama tahun-tahun berikutnya sampai ia meninggal di tahun 1936, Anne Sullivan selalu berada disampingnya, terus menerus mengeja buku demi buku, ceramah demi ceramah melalui tangan Helen.

Pendidikan formalnya berakhir sewaktu ia menerima gelar Sarjana Muda, namun selama hidupnya ia selalu belajar secara informal hal-hal yang penting bagi masyarakat moderen. Dengan pengetahuannya yang luas serta banyaknya pencapaian dibidang pendidikan, ia dianugerahkan gelar doktor kehormatan dari temple university dan harvard university seta dari universitas Glasgow di Skotlandia; Berlin, Jerman; Delhi, India; dan Witwatersran di Johannesburg Afrika Selatan. Ia juga merupakan peserta kehormatan untuk education institute di Scotland.

Pada tahun 1905, Anne Sullivan menikah dengan John Macy,seorang kritikus dan sosialis terkemuka. Pernikahan tersebut tidak merubah hubungan guru dan murid tersebut. Helen akhirnya tinggal bersama Anne dan suaminya. Keduanya terus memberikan waktu untuk pendidikan dan aktifitas Helen. Selama masih berstatus murid di Radcliffe, Helen memulai karir menulis yang kemudian ditekuninya selama hampir 50 tahun. Pada tahun 1903, The story of My Llife (kisah hidupku) muncul dalam bentuk cerita bersambung di Ladies Home Journal dan kemudian muncul dalam bentuk buku. Merupakan karya yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Marathi, Pusthu, Tagalog dan Vedu. Juga dibuat dalam bentuk edisi buku tipis di Amerika Serikat. Publikasinya yang lain adalah : Optimis; An Essay; The World I Live In; The song of the stone wall; Out of the Dark; My Religion; Midstream- my later life; Peace at eventide; Helen Keller in Scotland; Helen Keller Journal; Let us have faith; Teacher, Anne Sullivan Macy dan the open door.

==================================================================

Jika anak kecil buta, dan bisu ini punya semangat belajar yang sangat tinggi. Bagaimanakah dibanding dengan semangat belajar kita ?

Monday, June 20, 2011

Kelemahan Islam

ini adalah tulisanku atau bisa dibilang sebagai catatanku yang pertama setelah memperkenalkan jauh tentang kampung halamanku dusun cambai. Namun catatan ini bukanlah dan samasekali tidak ada sangkut pautannya dengan kampung halaman ku itu.
Berbicara mengenai hati, kali ini aku terkaget – kaget dalam memahami sebuah hadist aku terima dari seorang ustadz dalam sebuah kajian di salah satu masjid favoritku kurang lebih isinya seperti ini

“rasululah besabda : kala itu umat islam akan menjadi rebutan, lalu bertanyalah sahabat pada nabi muhammad SAW, apakah umat islam pada saat itu sedikit ya rasullallah, setelah itu baginda menjawab tidak, bahkan saat itu umat islam sangatlah banyak akan tetapi mereka bagaikan buih yang ada diatas air

Sungguh luarbiasa sang ustadz yang dengan kedamaiannya dalam mennyampaikan pembahasan membuat main set dalam pikiran ku salama ini bagaimana tidak diawal – awal beliau sudah berbicara mengenai uang sub bab pembahasannya yakni :

1. Kuantitas dan potensi umat islam saat ini
Pada bagain ini dari uraian yang sangat apik disampaikan oleh ustadz maka saya dapat menyimpulkan apa yang hendak beliau sampaikan, dimana saat ini jika seluruh umat islam bergabung dari seluruh penjuru dunia maka potensi umat islam itu sendiri untum tumbuh dan berkembang kembali sangatlah luar biasa. Untuk menjelaskannya beliau menggunakan ekonomi sebagai potensi dan hal ini adalah sesuatu yang tak dapat dipungkiri, bahwa kita tidak akan pernah dapat hidup tanpa uang(atau kekayaan) dalam contoh realnya ketika ingin membuat masjid maka yang kita butuhkan adalah uang seperti yang dituliskan Wallace D. Wattles pada bukunya yang berjudul Menjadi kaya dengan berfikir positif.

Kembali pada topic kali ini berikut uraiannya. Umat islam diseluruh dunia saat ini mencapai 23 % dari penduduk dunia yang berjumlah 6,7 milyar, maka dapat kita hitung bahwa umat islam saat ini mencapai 1.57 milyar didunia, dan menurut paus pemimpin umat kristen menyatakan bahwa baru sekarang dari seluruh abad umat kristen terkalahkan dalam hal kuantitas akan tetapi sadarkah kita betapa terpuruknya umat islam saat ini ?

Berbicara potensi, islam sudah mengajarkan kepada kita secara jelas bahwa kita diperintahkan untuk berzakat terutama zakat penghasilan, sebagai contoh jika saja 20 % (±200 juta) dari seluruh umat didunia melakukan zakat Rp. 100.000 saja perbulan, maka dapat kita akumulasikan bahwa dalam satu bulanya umat islam mampu menyimpan uang sebesar 20.000 milyar rupiah (20 triliun rupiah) dalam satu bulanya maka dalam satu tahun dapat kita akumulasikan sebesar 240 triliun rupiah, sebuah nilai yang masyaallah dahsyatnya, lalu dengan uang ini apa yang mampu kita buat ? tak mungkin pusing, masjid, pendidikan, teknologi, usaha dan berbagai macamnya akan mampu dibuat dalam kurun waktu hanya satu tahun saja.

Lalu bandingkan dengan jiwa konsumtif kita saat ini, jika kita dapat menyebutkan bahwa setiap umat muslim mengkonsumsi telur dalam seharinya adalah satu butir telur (Rp. 500), anggaplah hanya 20 % umat muslim saat ini dari jumlah yang ada maka dapat kita hitung bahwa dalam satu hari kita mengahbiskan uang sebesar 20 milyar, dalam satu bulan 600 milyar maka dalam satu tahun 7,2 triliun rupiah.
Lalu pertanyaannya apakah benar kita mengkonsumsi hanya Rp. 500 dalam satu harinya? Tentu jawabannya tidak, dan kita tahu bahwa saat ini pasar dunia dikuasai oleh umat islamkah? Tentunya tidak berarti jawabannya satu tahun yang lalu saja kita telah memberikan modal sebesar 7.2 triliun rupiah kepada mereka, jika di hitung dengan sepuluh tahun lalu sudah 72 triliun rupiah uang kita pada mereka.

Selanjutnya, dengan penuh semangat saya kembali menunggu penjelasan ustadz yang akan membahas bagian selanjutnya:

2. Ada apa dengan islam kita ?
Masih dengan ketenangan beliau dalam menjelaskan apa yang sebenarnya kita alami saat ini, dengan begitu sabanya beliau menjelaskan dari apa yang beliau sampaikan maka yang dapat saya simpulkan bahwa keadaan kita saat ini adalah sebagai berikut:

• Bangga dengan kuantitas kita

Didalam al-quran surat At-taubah ayat 25 allah berfirman:
“sungguh, Allah telah menolong kamu (mukmin) di banyak medan perang dan (ingatlah) perang hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu tetapi jumlah yang banyak itu sama sekali tidak berguna bagimu dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik kebelakang dan lari tunggang langgang”


Dari apa yang diwahyukan allah untuk kita, maka terlihat jelaslah bahwa ini merupakan sebuah peringatan umat-umat muslim yang dahulu kejadian ini pernah terjadi pada masa lalu, bahwa sebagai umat muslim yang selalu berlandaskan dan berprinsip pada al-quran dan sunnah untuk didak bangga ataupun sombong dengan jumlah kita yang sangat banyak ini karena jumlah yang banyak belum tentu menjadi sebuah acuan kita untuk meraih kebahagian dunia dan akhirat kelak khususnya dalam pengembangan dan kemajuan umat muslim itu sendiri.

Yang harus kita tekankan bahwa bagaimanakah dengan kuantitas yang begitu meledak ini juga dapat menghasilkan kualitas yang luar subhanallah dahsyatnya?

• Kewibawaan kita sebagai umat telah hiang
Saat ini kita telah lupa dengan politik kita, politik islam kita telah padam kita seolah terbawa arus yang begitu kencang dan sangat mengasyikan kita terhanyut, mungkin hanya satu penyebabnya al-quran sudah sangat lama tak kita buka didalam lemari kita, kita menganggap bahwa ilmu agama kita sudah sangat cukup untuk membangun dan menegakkan agama kita, lalu darimanakah indikator kita sudah yakin bahwa semuanya cukup tidakkah dari kecil kita sering dibina bahwa untuk menuntut ilmu dari buaian hingga liang kubur?

Kita telah kehilangan kekuatan, kekuatan untuk membina kehidupan, kekuatan untuk menjalankan do’a yang sering kita ucap “bahagia dunia dan akhirat”, saat ini kita hanya bagaikan buih yang diperebutkan oleh air dalam arusnya yang sangat kencang, air yang tak pandang bulu jika menghantam, air yang membawa kita kedalam arus kenikmatan duniawi belaka percayalah air itu suatu saat akan berhenti disebuah muara yang sangat kotor, menjijikan dan bahkan tak ada manfaatnya bagi makhluk, yang kelak akan menjadi perkumpulan mikroorganisme serta tumbuhan dan benda mati yang hanya indah dilihat oleh mata namun memilki beribu permasalahan didalamnya.

Saat ini dunia menangis melihat kita terpuruk disini, dan percayalah akhirat akan sangat menyesal jika kita tak lagi membawa islam sebagai jalan hidup dan untuk memperoleh kenimatan-Nya kelak, kita semua adalah pemimpin sebuah gelar yang kita peroleh tanpa harus berbuat apa-apa sebelumnya, tapi mengapa saat ini kita seakan diperbudak hanya sebatas konsumen persatuan dan tegaknya kembali silahturahmi kita adalah salah satu cara yang mampu membangkitakan kita kembali dari semua ini.
Materi yang disampaikan beliau sangat menarik dan harus terus didalami, sudah setengah jam berlalu, mungkin pembahasan yang sebelum tadilah yang bisa kita sebut sebagai titik klimaks dalam kajian kali ini, saya menarik nafas legah, kembali mengumpulkan kekuatan untuk terus tetap terjaga mengikut kajian hingga selesai.

Selanjutnya beliau dengan nada bertanya menyambung sub materi selanjutnya :

3. Lalu, Apa kelemahan umat muslim sebenarnya?
Berbagai jawaban mengusik dikepala saya, panjangxlebar (luas) ustadz menjelaskan seolah tak ada cukupnya, lalu dengan sedikit bingung saya mencoba menyimpulkan bahwa, kelemahan kita saat ini adalah pola pikir kita yang masih sangat pendek dan terbatas pada hal-hal tertentu saja, kok bisa? Sebagai salah satu contoh mengenai sebuah hukum-hukum islam yang ada seperti wajib, sunnah, haram, makruh mubah, fardu a’in, fardu kifayah dan sebagainya.

Fardu kifayah adalah hukum islam yang menjelaskan bahwa hukum yang diwajibkan pada semua umat muslim namun kewajiban tersebut akan gugur jika telah dilakukan oleh salah satu umat islam. Pernahkah anda mendengar seorang mengucap perkataan ini mengenai shalat jenazah.

A”tidak ikut shalat ?”
B”tidak, sudah cukup ada yang sudah menshalatkan..”

Kalimat tersebut kelihatannya sangat biasa dan lumrah untuk diucapkan, tapi hal inilah yang menyebabkan kita saat ini terjerumus kedalam arus air yang kencang tadi, kita mudah merasakan cukup dengan ibadah kita, kita sudah merasa lebih ketika kita sudah merasa semuanya telah kita laksanakan padahal hal tersebut sangat lah kurang bukankah semakin banyak jamaah yang menyolatkan akan semakin baik dan manfaat nya bagus untuk simayit?

Artinya, allah mengajarkan kepada kita sebuah jiwa kesadaran dan semangat untuk selalu dalam perbaiakan menjadi sempurna karena seberapapun kuat kita dalam berusaha kita tak kan pernah dapat mencapai kesempurnaan itu sama halnya dengan jiwa konsumtif kita yang tak pernah puas ().

Kembali pada urusan duniawi, jika rasa tidak puas konsumtif kita, kita alihkan sebagai rasa untuk selalu beribadah alangkah indahnya dunia ini akhi wa ukhti dan yakinlah allah tak hanya menyeru kita untuk fardu kifayah dalam menjalankan shalat jenazah juga, tetapi membangun tempat pendidikan, mendirikan perusahaan yang besar, membuat teknologi, membangun kampung halaman, membentuk stasiun televisi dan sebagainya yang jelas yang berkaitan dengan ajaran islam serta kepentingan umat islam dan dakwah adalah kewajiban bagi kita semua.

Sungguh penyampaian materi yang ini sangat membelalakan mata saya, saya sangat mersa bahwa apa yang di ucapkan oleh sang ustadz adalah kehidupan saya sehari – hari sangat dengan kualitas yang rendah, saya selalu berfikir apakah bisa seorang anak kampung yang kemampuannya masih dibilang kelas teri Dan bahkan tak layak pakai bisa melakukan hal-hal tersebut? Terkadang saya merasa bahwa begitu sayangnya seorang yang memiliki potensi untuk melakukan hal tersebut malah tidak pernah mengetahui hal tersebut dan bahkan mengabaikannya, seandainya?

4. Adakah Solusinya?
Dengan nada yang sangat pelan beliau kembali menerangkan solusi dari masalah umat islam saat ini yang harus segera kita lakukan, pada materi saya tidak perlu menganalisa kat per kata yang beliau sampaikan kata yang sangat umum, mungkin hampir setiap waktu kita mendengar kata-kata ini.

Kembali kedalam ajaran kita, Islam!

Lalu muncul didalam benak saya, dengan satu pertanyaan besar dan nampaknya sangat sepele. Islam mengajarkan apa ? lalu sebelum menjawab saya berfikir sejenak, teringat saya pada sebuah teori yang berkaitan dengan ekosistem yang saya peroleh ketika saya masih duduk di bangku SMA, lebih kurangnya seperti ini:

“ekosistem dapat berjalan dengan baik dan sempurna jika terjadi keseimbangan antara setiap benda yang ada pada ekosistem itu, semua benda akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ekosistem itu. Hanya saja keseimbangan itu biasanya hanya sedikit sekali terjadi karena begitulah kondisi yang sebenarnya selalu berubah dan penuh dengan tanda tanya?”


Jika kita menganalogikan ajaran islam adalah sesuatu yang memilki tujuan seperti ekosistem maka dapat disimpulkan bahwa islam mengajarkan keseimbangan kehidupan kita di dunia dan akhirat semuanya sangat saling berhubungan antara satu sama lain. Di-Era ini begitu banyak teori ekonomi yang selalu menyatakan bahwa bawa akhiratmu kedalam duniamu. Yang selalu menunjukan bahwa dunia hanyalah bagian akhirat bukan akhirat bagian dari dunia.

Gunakan al-quran dan sunnah sebagai alat indikator

Saya tertunduk malu kali ini, mengingat saya menghitung sudah hampir satu bulan lalu saya tidak pernah lagi membuka al-quran saya di atas sajaddah, karena dengan alasan banyak tugas dari semua organisasi dan mata kuliah yang saya ikuti.
Kembali kepenjelasan bahwa berikutnya, suatu hal yang sangat umum dan sering kali kita dengar dan kita dapati sebagai umat muslim bahwa al-quran adalah jawaban dari segala permasalahan yang ada di kehidupan kita ini mulai dari hubungan sosial, ekonomi, norma, hukum dan sebagainya. Tapi mengapa kita malah sering menyepelkan dan meletakannya diam diatas lemari belaka? Astagfirullahalazim
Apakah benar kita tak punya semangat lagi untuk menjadi makhluk allah yang terbaik dan menggapai keridhoaan-Nya?



Kerjasama, silahturahmi umat islam

Saat ini, salah satu hal yang sangat menjadi perhatian kita bahwa kita sebagai umat islam bukan saling berlomba – lomba dalam kebaikan dan mengajak kebaikan lagi namun kita sebagai sesama umat muslim malah saling berlomba-lomba dalam saling menjatuhkan dan merasa paling benar. Padahal kembali lagi indikator kita hanya satu, tempat mengadu kita sama, dan bahkan tujuan kita pun sama yakni menggapai keridhoan ilahirobbi.

Tapi saat ini kita malah memilih untuk melepas ikatan dan mencoba memisahkan diri dari kumpulan buih yang tidak ada artinya dan manfaat. Akhi wa ukhti, jangankan dengan memisahkan diri, buih bersatupun sangat sulit untuk melawan arus air dan bahkan hal yang sangat tidak kita inginkan jika buih itu terpisah dari kelompok maka ia akan bergabung dengan air-air tersebut dan malah ikut menghanyutkan buih mantan kelompoknya. Nau’dzubillah

Hilangkan cinta dunia dan Takut mati (wahn)

Saya sadar bahwa secara tidak langsung saya sudah mencintai dunia dan takut mati, seandainya saja jika saya diajak bertempur dimedan perang pada hari ini berjuang membela agama allah saya pasti berfikir beribu-ribu kali, pertimbangannya adalah saya akan meninggalkan semua impian yang ingin saya capai (dunia), jangankan membela ajaran allah membela diri saya dari hawa nafsu yang selalu membawa dalam kemaksiatan pun nampaknya tidak pernah saya lakukan, bahkan saya malah menikamti semuanya dan terus mengalir. Astagfirullah

Kemewahan – kemewahan dunia telah membuat kita lupa akan betapa besarnya kuasa allah, gedung-gedung pencakar langit, jembatan-jembatan yang artistik, rumah-rumah yang megah dan indah, propertis-propertis kemewahan yang murah dan luarbiasa canggihnya sungguh telah membutakan mata hati kita. Tempat dimana kita sandarkan semuanya hubungan yang tak dapat dilihat sama sekali dengan kasat mata.

Percayalah akhi wa ukti, itu hanyalah sesuatu yang sangat kecil dan yang sangat tidak ada artinya dimata allah. Itu adalah ciptaan manusia! Sedang manusia ciptaan allah, tak hanya mansusia semua benda, makhluk hidup beserta sel-sel saraf dan yang ada pada tubuhnya hingga bagian terkecil, bumi, luar angkasa beserta isinya hingga bagian yang sangat tak terjangkau oleh kita sebagai manusia.

Lalu Tanya Hatimu, hati ibarat sebuah ladang, ladang dari semuanya, akhi wa ukhti percayalah dunia akan menyesal melihat kita dikalahkan oleh keadaan seperti ini dan akhirat pun menangis melihat kita tak lagi membanggakannya.

Monday, June 13, 2011

Penghinaan dusun cambai

Dusun cambai atau dalam bahasa indonesianya adalah desa cambai atau jika dikonversikan kedalam bahasa yang saat ini telah menjadi salah satu syarat untuk menjadi warga internasional (English Language) yakni Cambai Village adalah sebuah desa yang kini telah menjelma menjadi sebuah kelurahan/kecamatan disebuah kota kecil dibagian sumatera selatan tepatnya di kota nanas Kota Prabumulih. 

Berdasarkan letak geografisnya Desa Cambai memiliki potensi wilayah yang sangat strategis, bagaimana tidak desa ini merupakan salah satu desa yang harus anda lewati apalagi bagi anda Traveler dari  Palembang ibu kota sumatera selatan atau sekitarnya menuju daerah - daerah lainya yang akan anda tuju seperti Muara Enim, Baturaja, Lahat, Pagaralam, Lubuk linggau ataupun ke Kota Prabumulih itu sendiri dan bahkan menuju propinsi lain yang ada di Sumatera.

Semenjak Kota Prabumulih di kembangkan menjadi sebuah kota pada beberapa tahun lalu, Desa Cambai bisa dikatakan cukup pesat perkembangannya, hmm kok bisa ??
anda jangan salah, di desa ini sudah memiliki tempat pendidikan untuk anda atau keluarga anda yang boleh dikatakan mampu menciptakan generasi yang sangat luarbiasa (yah walaupun belum ada buktinya secara real) mulai dati playgroup hingga jenjang sekolah menengah atas sudah ada didesa ini, berikut daftarnya :
  1. TK 
  2. SDN 73 Prabumulih 
  3. SMPN 10 Prabumulih
  4. SMAN 06 Prabumulih
akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bagi anda yang mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan untuk terus berinovasi demi perbaikan, perbaikan dan perbaikan secara terus menurus di bidang pendidikan terkhusus di Desa Cambai 

Didesa ini juga terdapat perumahan-perumahan elite dengan harga yang tentunya sangat murah namun berkaulitas tinggi, restoran - restoran megah dan mewah, BUMN Pertamina, dan masih banyak hal lainnya yang mampu mempekerjakan masyarakatnya

hmmm, bicara mengenai pekerjaan masyarakatnya, boleh dikatakan bahawa masyarakatnya sudah cukup maju dalam bidang pekerjaan, walaupun perbandingannya cukup jauh jika dibandingakan dengan kemayoritasan masyarakatnya yang bekerja sebagi buruh tani karet, namun hal ini jaangan pernah menjadi anggapan bahwa desa ini adalah desa yang monoton tak kan pernah berubah jika anda berpikir demikian maka anda saya yakin kan akan  gigit jari, jangan salah desa ini  akan menjadi sebuah desa yang bisa-bisa menjelma menjadi sebuah kota akibat perkembangannya dan penghasilannya.

Why not, because Nothing not  imposible
!!

sebuah kata murtiara baru untuk anda, perubahan bukan berawal dari materi ataiupun seberapa banyak duit anda yang anda kantongi akan tetapi perubahan berawal dari kekuatan pikiran anda, belive it !

About Me

My photo
sukses adalah kerja efisen